Detak Jantung Terasa Lebih Cepat Saat Berbaring? Ini Penyebab yang Perlu Dipahami

Pernah merasa detak jantung lebih cepat atau berdebar ketika sedang berbaring, terutama menjelang tidur? Sensasi tersebut bisa terasa mengganggu. Saat suasana mulai tenang, seseorang justru menjadi lebih sadar terhadap denyut jantungnya.

Dalam banyak kasus, jantung berdebar ketika berbaring tidak selalu menunjukkan penyakit serius. Posisi tubuh, stres, kurang tidur, konsumsi kafein, hingga dehidrasi dapat memengaruhi sensasi detak jantung. Namun, keluhan yang sering berulang atau disertai gejala tertentu tetap perlu diperhatikan.

Lantas, mengapa detak jantung terkadang terasa lebih cepat saat berbaring? Berikut penjelasan sehatsimple secara lengkap dibawah ini.

Mengapa Detak Jantung Lebih Terasa Saat Berbaring?

Ketika berdiri atau beraktivitas, perhatian seseorang biasanya teralihkan oleh berbagai hal. Saat berbaring dalam suasana tenang, suara dan sensasi dari tubuh menjadi lebih mudah disadari.

Posisi berbaring juga dapat membuat seseorang lebih menyadari denyut jantung, terutama jika tubuh berada dalam posisi tertentu. Pada sebagian orang, berbaring miring juga membuat sensasi denyutan terasa lebih jelas karena posisi jantung relatif lebih dekat dengan dinding dada.

Jadi, merasa detak jantung lebih kuat tidak selalu berarti jantung benar-benar berdetak jauh lebih cepat.

Namun, ada kondisi tertentu yang memang dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung.

1. Stres dan Kecemasan

Pikiran yang sibuk ketika hendak tidur dapat memicu respons tubuh terhadap stres. Hormon seperti adrenalin dapat membuat jantung berdetak lebih cepat atau lebih kuat.

Seseorang mungkin merasa jantung berdebar setelah memikirkan pekerjaan, masalah keluarga, kondisi keuangan, atau kejadian yang membuat cemas.

Sensasi tersebut terkadang menciptakan lingkaran yang membuat seseorang semakin khawatir: merasakan jantung berdebar, kemudian panik, lalu detak jantung menjadi semakin terasa.

Latihan pernapasan perlahan, mengurangi paparan layar sebelum tidur, dan menciptakan rutinitas tidur yang lebih tenang dapat membantu jika pemicunya berkaitan dengan stres.

2. Kafein dan Minuman Stimulan

Kopi, teh, minuman energi, dan beberapa produk lainnya mengandung kafein yang dapat memengaruhi denyut jantung pada orang tertentu.

Jika kopi dikonsumsi pada sore atau malam hari, efek stimulannya juga dapat mengganggu tidur. Kurang tidur kemudian dapat membuat tubuh lebih mudah merasa berdebar pada hari berikutnya.

Jika sering mengalami jantung berdebar ketika berbaring, perhatikan apakah keluhan muncul setelah mengonsumsi minuman berkafein.

3. Kurang Cairan

Dehidrasi dapat memengaruhi volume darah dan membuat jantung bekerja lebih keras untuk mempertahankan sirkulasi.

Rasa haus, mulut kering, urine yang lebih pekat, dan tubuh terasa lemas dapat menjadi petunjuk bahwa asupan cairan perlu diperhatikan.

Namun, kebutuhan cairan setiap orang berbeda. Orang dengan penyakit tertentu, termasuk gangguan jantung atau ginjal, mungkin memiliki anjuran konsumsi cairan yang berbeda sehingga tidak sebaiknya meningkatkan asupan secara berlebihan tanpa arahan tenaga kesehatan.

4. Kurang Tidur dan Kelelahan

Kurang tidur dapat memengaruhi sistem saraf dan membuat tubuh lebih sensitif terhadap berbagai sensasi.

Jika seseorang sering tidur larut malam, memiliki jadwal tidur tidak teratur, atau kualitas tidurnya buruk, keluhan berdebar dapat terasa lebih sering.

Membangun jadwal tidur yang konsisten dan memberikan waktu istirahat yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan jantung sekaligus mengurangi berbagai keluhan yang berkaitan dengan kelelahan.

5. Makan Terlalu Banyak Sebelum Tidur

Makan dalam jumlah besar menjelang waktu tidur dapat membuat tubuh tetap aktif mencerna makanan ketika seharusnya mulai beristirahat.

Makanan tertentu, terutama yang sangat pedas, tinggi gula, atau tinggi kalori, juga dapat membuat sebagian orang merasa tidak nyaman saat berbaring.

Jika jantung berdebar sering muncul setelah makan malam dalam jumlah besar, cobalah memperhatikan hubungan antara waktu makan dan munculnya keluhan.

6. Perubahan Hormon atau Kondisi Medis Tertentu

Jantung berdebar juga dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu, seperti anemia, gangguan tiroid, demam, ketidakseimbangan elektrolit, atau gangguan irama jantung.

Pada kondisi tersebut, sensasi berdebar dapat muncul bukan hanya ketika berbaring, tetapi juga pada waktu lain.

Baca juga  5 Resep Smoothie Penurun Kolesterol yang Enak dan Menyegarkan

Karena penyebabnya beragam, keluhan yang berlangsung terus-menerus sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai efek posisi tidur.

Apakah Denyut Jantung Cepat Selalu Berbahaya?

Tidak.

Denyut jantung dapat meningkat secara normal setelah olahraga, saat mengalami stres, demam, atau setelah mengonsumsi kafein. Yang perlu diperhatikan adalah konteks dan gejala yang menyertainya.

Jika jantung terasa berdebar sesekali dan berlangsung singkat tanpa gejala lain, penyebabnya bisa saja relatif sederhana.

Namun, jika keluhan semakin sering, berlangsung lama, muncul tanpa pemicu yang jelas, atau mengganggu aktivitas dan tidur, pemeriksaan medis dapat membantu mencari penyebabnya.

Cara Sederhana Mengamati Keluhan

Ketika merasakan jantung berdebar, cobalah mencatat beberapa hal:

  • Kapan keluhan muncul?
  • Berapa lama berlangsung?
  • Apakah terjadi setelah minum kopi atau minuman berkafein?
  • Apakah muncul setelah makan?
  • Apakah sedang stres atau kurang tidur?
  • Apakah terdapat pusing, sesak, atau nyeri dada?
  • Apakah denyut terasa teratur atau seperti “melompat”?

Catatan tersebut dapat membantu dokter memahami pola keluhan.

Jika memiliki alat pengukur denyut jantung atau smartwatch, data dapat menjadi informasi tambahan. Namun, perangkat konsumen tidak selalu dapat memastikan diagnosis gangguan irama jantung.

Kapan Jantung Berdebar Harus Diperiksa?

Segera cari pertolongan medis jika jantung berdebar disertai nyeri atau tekanan di dada, sesak napas berat, pingsan, hampir pingsan, kebingungan, atau kelemahan mendadak.

Pemeriksaan juga sebaiknya dilakukan jika jantung berdebar berulang kali, berlangsung lama, atau terasa sangat tidak teratur.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan, bila diperlukan, pemeriksaan seperti elektrokardiogram (EKG) atau tes lainnya untuk mengetahui penyebab keluhan.

Kesimpulan

Detak jantung yang terasa lebih cepat saat berbaring tidak selalu menandakan penyakit jantung. Posisi tubuh, suasana yang tenang, stres, kafein, kurang tidur, dehidrasi, dan makan terlalu banyak sebelum tidur dapat membuat denyut jantung lebih terasa.

Meski demikian, jangan mengabaikan keluhan yang sering berulang atau disertai gejala seperti nyeri dada, sesak, pusing berat, dan pingsan.

Memperhatikan pola kemunculan gejala dan melakukan pemeriksaan bila diperlukan merupakan langkah yang lebih aman daripada mencoba menebak penyebabnya sendiri. Dengan mengetahui pemicunya, seseorang dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan jantung.

FAQ

1. Apakah normal jika detak jantung terasa lebih kuat saat berbaring?

Sensasi denyutan yang lebih kuat saat berbaring dapat terjadi karena seseorang menjadi lebih sadar terhadap detak jantungnya. Namun, jika keluhan sering muncul atau disertai gejala lain, sebaiknya diperiksa.

2. Apakah posisi tidur bisa menyebabkan jantung berdebar?

Posisi tertentu dapat membuat denyutan jantung terasa lebih jelas. Berbaring miring, misalnya, dapat membuat sensasi denyut lebih mudah dirasakan oleh sebagian orang.

3. Apakah kopi dapat menyebabkan jantung berdebar saat malam hari?

Bisa. Kafein dapat meningkatkan kewaspadaan dan memengaruhi denyut jantung pada sebagian orang. Konsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur juga dapat mengganggu kualitas tidur.

4. Apakah jantung berdebar selalu berarti penyakit jantung?

Tidak. Jantung berdebar dapat disebabkan oleh stres, kafein, kurang tidur, dehidrasi, demam, obat tertentu, atau kondisi medis lainnya. Pemeriksaan diperlukan jika penyebabnya tidak jelas atau keluhan berulang.

5. Bagaimana cara mengurangi jantung berdebar sebelum tidur?

Perhatikan konsumsi kafein, hindari makan berlebihan menjelang tidur, cukup beristirahat, kelola stres, dan pertahankan hidrasi sesuai kebutuhan tubuh. Jika keluhan terus berulang, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

6. Kapan jantung berdebar menjadi keadaan darurat?

Jantung berdebar yang disertai nyeri dada, sesak napas berat, pingsan, hampir pingsan, kebingungan, atau kondisi tubuh yang memburuk secara tiba-tiba membutuhkan pertolongan medis segera.

7. Apakah perlu menghitung denyut jantung saat sedang berdebar?

Jika memungkinkan, mencatat denyut jantung dan durasi keluhan dapat memberikan informasi tambahan bagi dokter. Namun, angka denyut saja tidak cukup untuk menentukan penyebab jantung berdebar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *